Manajemen Perikanan Udang Dengan Pendekatan Eafm Pada Domain Habitat Dan Ekosistem Di Kabupaten Sorong Selatan Provinsi Papua Barat

Authors

  • Ahmad Fahrizal Staf Pengajar di Universitas Muhammadiyah Sorong
  • Abud Darda Razak Staf Pengajar di Universitas Muhammadiyah Sorong
  • Abdul Muis Shafua Mahasiswa di Universitas Muhammadiyah Sorong
  • Irwanto Irwanto Staff WWF Indonesia di Sorong

Keywords:

EAFM, domain habitat dan ekosistem, manajemen perikanan

Abstract

Sebagian besar wilayah Sorong Selatan tersusun oleh hamparan hutan primer dan sekunder. Wilayah pesisir memiliki hutan mangrove yang menyusun zona Green Belt dengan luas tutupan 77.596 ha. Penelitian bertujuan untuk mengetahui manajemen perikanan udang Banana (Penaeus merguiensis) dengan pendekatan ekosistem pada domain habitat dan ekosistem di Kabupaten Sorong Selatan. Metode penelitian melalui pengambilan data insitu, observasi dan wawancara (kuisioner).

Hasil penilaian indikator kualitas perairan dan habitat unik berada pada kondisi sedang dengan nilai 2, indikator status ekosistem mangrove dan perubahan iklim di beri nilai 1 satu atau buruk. Indikator perubahan iklim belum spesifik dilakukan pengkajian dengan prioritas keberlanjutan pengelolaan perikanan pada kategori sedang dalam perspektif keunikan habitat. Analisis indeks komposit EAFM (P3E) pada domain habitat dan ekosistem di Kabupaten Sorong Selatan menunjukkan bahwa pengelolaan perikanan untuk komoditas udang Banana (Penaeus merguiensis) berada pada kondisi sedang, dengan nilai rerata 1.58.

References

Adnan. (2010). Analisis Suhu Permukaan laut dan Klorofil-a Data Inderaja Hubungannya dengan Hasil Tangkapan Ikan Tongkol (Euthynnus affinis) Di Perairan Kalimantan Timur. Jurnal Amanisal PSP FPIK, Unpati - Ambon , 1-12.

Adrianto, L., Habibi, A., Fahruddin, A., Azizy, A., Susanti, H. A., Musthofa, I., et al. (2014). Modul Indikator untuk Pengelolaan Perikanan Dengan Pendekatan Ekosistem. Jakarta: Kementerian Kelautan dan Perikanan.

BIG. (2016).

Campbell, C. W. (1999). Social capital and health. Health Education Authority.

Hilyana, S. (2014). Kajian Penilaian Indikator Ecosystem Approach to Fisheries Management (EAFM) pada Pengelolaan Perikanan di Provinsi Nusa Tenggara Barat WPP 713. Mataram: Universitas Mataram.

https://uksa387.undip.ac.id. (2018, Desember 22). Retrieved from https://uksa387.undip.ac.id/pengaruh-dari-pemanasan-global-terhadap-pertumbuhan-terumbu-karang/: https://uksa387.undip.ac.id/pengaruh-dari-pemanasan-global-terhadap-pertumbuhan-terumbu-karang/

http://sorongselatankab.go.id/index.php/page/36/kondisi-geografis. (2020). Retrieved 2020, from http://sorongselatankab.go.id/index.php/page/36/kondisi-geografis: http://sorongselatankab.go.id/index.php/page/36/kondisi-geografis

http://www.eaaindonesia.net/data/sumberdayaikan/571. (2018). Pengelolaan Akuakultur dengan Pendekatan Ekosistem. Retrieved 2018, from http://www.eaaindonesia.net/data/sumberdayaikan/571

Ratna, R. A. (2019). Sustaible Shrimp Fisheries Management at Sorong Selatan of West Papua Using EAFM Tools In Fishing Domain Techniques. Russian Journal of Agricultural and Socio-Economic Sciences, 91(7).

Razak, A. F. (2018). Status Pengelolaan Perikanan dengan Pendekatan Ekosistem (P3E) pada Domain Sumberdaya Ikan untuk Komoditas Udang di Kabupaten Sorong Selatan Provinsi Papua Barat. Jurnal Airaha, 7(02), 047-059.

Riduwan. (2004). Metode Riset. Jakarta: Rineka Cipta.

Roza, E. (2017, 09 01). http://www2.kkp.go.id/artikel/2233-maritim-indonesia-kemewahan-yang-luar-biasa. Retrieved 04 0, 2020, from http://www2.kkp.go.id/artikel/2233-maritim-indonesia-kemewahan-yang-luar-biasa: http://www2.kkp.go.id/artikel/2233-maritim-indonesia-kemewahan-yang-luar-biasa

Setyawan, A. (2002). Ekosistem Mangrove sebagai Kawasan Peralihan Ekosistem Perairan Tawar dan Perairan Laut. Enviro 2 (1), 25-40.

Sofian, I. S. (2011). Memahami dan mengantisipasi dampak perubahan iklim pada pesisir dan laut di Indonesia Bagian Timur. Jurnal Meteorologi dan Geofisika, 12(1).

Subagyo, J. P. (2011). Metodologi Penelitian Dalam Teori Dan Praktek. Jakarta: Aneka Cipta.

USAID SEA Project. (2017). BASELINE REPORT SORONG SELATAN PAPUA BARAT PROVINCE Ecology, Fisheries, and Social’s Status. WWF-ID | SEA Project.

UU Nomor 26 Tahun 2002. Tentang Pembentukan Kabupaten Sarmi, Kabupaten Keerom, Kabupaten Sorong Selatan, Kabupaten Raja Ampat, Kabupaten Pegunungan Bintang, Kabupaten Yahukimo, Kabupaten Tolikara, Kabupaten Waropen, Kabupaten Kaimana, Kabupaten Boven Digoel, Kabupaten Mappi, Kabupaten Asmat, Kabupaten Teluk Bintuni, Dan Kabupaten Teluk Wondama Di Provinsi Papua

WWF Indonesia. (n.d.). eafm-indonesia.net. Retrieved 2019, from eafm-indonesia.net/tentang/EAFM/eafm-di-indoensia: http://www.eafm-indonesia.net/tentang/EAFM/eafm-di-indoensia

Downloads

Published

2020-07-21

How to Cite

Fahrizal, A., Razak, A. D., Shafua, A. M., & Irwanto, I. (2020). Manajemen Perikanan Udang Dengan Pendekatan Eafm Pada Domain Habitat Dan Ekosistem Di Kabupaten Sorong Selatan Provinsi Papua Barat. Jurnal Riset Perikanan Dan Kelautan, 2(2), 197–211. Retrieved from https://ejournal.um-sorong.ac.id/index.php/jrpk/article/view/1029