Populasi Burung Air Di Taman Wisata Mangrove Klawalu Kota Sorong

Authors

  • Fajrianto Saeni Program Studi Kehutanan Fakultas Pertanian UM Sorong
  • Azis Maruapey Program Studi Kehutanan Fakultas Pertanian UM Sorong

Keywords:

Populasi, Burung Air, Taman Wisata Mangrove Klawalu

Abstract

Taman Wisata Mangrove Klawalu Kota Sorong merupakan destinasi wisata baru di Kota Sorong sekaligus menjadi habitat berbagai jenis burung air. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh gambaran mengenai populasi jenis burung air. Penelitian dilakukan pertengahan bulan Juli s/d Agustus 2021, dengan menggunakan metode Consentration Counts. Hasil pengamatan populasi jenis burung air yang ditemukan areal penelitian sebanyak 17 jenis dengan rincian di areal pantai terbuka sebanyak 15 jenis sedangkan di areal rawa mangrove sebanyak 7 jenis. Adanya perbedaan habitat burung air tersebut, tidak dapat disimpulkan bahwa hal tersebut menunjukkan eksklusivisme mereka terhadap suatu habitat tertentu, mengingat bahwa lokasi antar habitat yang satu dengan yang lainnya relatif dekat, sehingga tumpang tindih penggunaan habitat untuk berbagai keperluan burung air sangat mungkin terjadi.

References

Alikodra, H. S. 2002. Pengelolaan Satwa Liar. Jilid 1. Bogor: Yayasan Penerbit Fakultas Kehutanan IPB. Alikodra, H. S. 2018. Migrasi Burung Air dan Daerah Persinggahannya bagi Pengembangan Ekowisata. Prosiding Seminar Nasional Lingkungan Lahan Basah 3 (1) : 5-10.

Amalia, L., Sabri, K., Jannah, R., 2018. Keanekaragaman Jenis Burung Air Di Kawasan Pantai Deudap Pulo Aceh Kabupaten Aceh Besar. Prosiding Seminar Nasional Biotik 2018 hal. 307-312.ISBN: 978-602-60401-9-0.

Coates, B. J., & Bishop, K. D. (2000). Panduan lapangan burung-burung di kawasan Wallacea. BirdLife IP & Dove Publication.

Dewi, T. S., 2005. Kajian Keanekaragaman Jenis Burung di Berbagai Tipe Lanskap Hutan Tanaman Pinus (Studi Kasus: Daerah Aliran Sungai Ciliwung Hulu). Skripsi. Institut Pertanian Bogor. Bogor

Elfidasari, D., 2005. Keberhasilan makan tiga jenis kuntul di sekitar cagar alam pulau dua serang: faktor-faktor yang mempengaruhi. Biotika 4 (2): 9-17.

Elfidasari, D., & Junardi. (2006). Keragaman burung air di kawasan hutan mangrove Peniti, Kabupaten Pontianak. Biodiversitas, 7(1), 63–66. https://doi.org/10.13057/biodiv/d070116

Elfidasari, D., 2007. Jenis interaksi intraspesifik dan interspesifik pada tiga jenis kuntul saat mencari makan di Sekitar Cagar Alam Pulau Dua Serang, Propinsi Banten. Biodiversitas. 8 (4) : 266-269. ISSN: 2088-110X, E-ISSN: 2088-2475 DOI: 10.13057/bonorowo/w030105

Indrianto, A. P., Budiharjo, A., Sugiyarto., 2013. Keanekaragaman jenis burung air di hutan mangrove Sabar Miokre, Pulau Supiori, Papua. Bonorowo Wetlands 3 (1): 50-54

Iskandar, S, & Sawitri, R., 2012, ‘Keragaman Jenis Burung di Taman Nasional Kepulauan Wakatobi dan Taman Nasional Kepulauan Seribu’, Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam, vol. 9, no. 2, hal. 175-187

Jumilawaty, E., 2012. Kesesuaian Habitat Dan Distribusi Burung Air Di Percut Sei Tuan, Sumatera Utara (Disertasi). Bogor (ID): Institut Pertanian Bogor.

Junardi dan E Dewi., 2006. Keragaman burung air di kawasan hutan mangrove Peniti, Kabupaten Pontianak. Biodiversitas 7 (1): 63-66.

Makkatenni, Husnaeni, Amirullah, 2020. Keanekaragaman Jenis Burung Air Di Kawasan Ekowisata Hutan Bakau Desa Lakawali Kecamatan Malili Kabupaten Luwu Timur. Jurnal Biotek Volume 8 No 2 Hal: 189-207

Maruapey, A., Nursadatono, A., 2010. Studi Keragaman Populasi Jenis Burung Air Di Pesisir Pantai Bandara DEO Kota Sorong Papua Barat. Buletin Konservasi Kepala Burung Vol 8 No 8 hal:31-37 ISSN.2085-6210 Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam Papua Barat

Riefani, M.K. dan M.A. Soendjoto. 2015. Keragaman Jenis Burung Air di Kawasan Selat Sebuku Kotabaru, Kalimantan Selatan. Prosiding Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Biologi. Universitas Negeri Yogyakarta. Sleman.

Published

2022-02-28

How to Cite

Saeni, F., & Maruapey, A. (2022). Populasi Burung Air Di Taman Wisata Mangrove Klawalu Kota Sorong. Jurnal Riset Perikanan Dan Kelautan, 4(1), 423–434. Retrieved from http://ejournal.um-sorong.ac.id/index.php/jrpk/article/view/1683