Pemanfaatan Pohon Mangrove sebagai Bahan Baku Perahu Oleh Masyarakat Kampung Usili Distrik Aimas Kabupaten Sorong

Authors

  • Ficki Samuel Sesa Universitas Muhammadiyah Sorong
  • Ponisri Ponisri Universitas Muhammadiyah Sorong
  • Anif Farida Universitas Muhammadiyah Sorong

DOI:

https://doi.org/10.33506/agriva.v1i1.2063

Keywords:

mangrove, bahan baku, perahu, tradisional, masyarakat

Abstract

Hutan mangrove merupakan sumberdaya daya hayati yang mempunyai berbagai keragaman potensi yang dapat memberikan manfaatn bagi kehidupan manusia secara langsung maupun tidak langsung, salah satu manfaat langsung bagi masyarakat kampung Usili adalah sebagai bahan baku pembuatan perahu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis, karakteristik, kreteria dan bagian-bagian pohon mangrove yang dimanfaatkan untuk pembuatan perahu oleh masyarakat Kampung Usili, Distrik Aimas, Kabupaten Sorong. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode observasi dan survey dengan teknik wawancara menggunakan kuisioner. Berdasarkan hasil penelitian terdapat 5 (lima) jenis kayu dari 3 (tiga) famili yang digunakan sebagai bahan baku pembuatan perahu Sonneratia caseolari, Sonneratia alba, Xylocarpus moluccensis, Xylocarpus granatum jenis yang dominan digunakan sebagai bahan baku dalam pembuatan perahu karena memiliki kelas kuat dan ringan sehingga banyak digunakan oleh masyarakat, sedangkan untuk jenis Bruguiera gymnorrhiza jarang digunakan karena sangat berat kayunya. Kriteria dan karakteristik pemilihan jenis pohon mangrove dalam pembuatan badan perahu tradisional yaitu jenis kuat, ringan, tidak mudah pecah/patah, tidak memiliki mata hutan (knot), lurus, tahan lama dalam pemakaian, tahan terhadap serangan organisme, mudah kering dan memiliki bebas cabang yang tinggi. Untuk proses pembuatan perahu tradisional oleh masyarakat di Kampung Usili meliputi pemilihan jenis, pembersihan, penebangan, pengukuran bahan baku sesuai yang diinginkan, pembentukan bagian belakang dan depan perahu, pembentukan badan perahu, penggalian badan perahu, penghalusan bagian luar perahu (samping kanan dan kiri), penghalusan bagian dalam perahu, dan pengeringan dengan api atau sinar matahari.

References

Aji, (2000). Jenis-jenis kayu yang digunakan dan kesesuainnya sebagai bahan baku pembuatan perahu tradisional di kabupaten Manokwari. Skripsi.Sarjanan Kehutanan Fakultas Pertanian Universitas Cendrawasih, Manokwari.

Ardhy.S dan Putra. H. (2021).Perawatan Kapal Nelayan Material Fiberglas di Kota Padang. Jurnal Sistem Mekanik dan Termal. VOL. 01 NO. 02 (2017) 142-146.

Arobaya. A.Y.S, dan Pattiselemo. F. (2010). Potensi Mangrove dan Manfaatnya bagi Kelompok Etnik di Papu. Jurnal Biota. Vol. 15(3). Oktober 2010.

Diah. (2006). Analisis Intensitas Dan Elastisitas Faktor Produksi Industri Ukiran Kayu Di Kota Palembang. Jurnal Ekonomi Pembangunan Journal of Economic & Development HAL: 1 – 4

Imran, A. dan Efendi, I. 2016. Inventarisasi Mangrove Di Pesisir Pantai Cemare Lombok Barat. JUPE, 1 (1) : 105-112.

Juanda. (2020). Nilai Kekuatan Bakau untuk Kontruksi CV. Kanaka Media. Surabaya, Jawa Timur.

Kamakaula dan Yohanes, (2004). Interaksi masyarakat dengan kawasan hutan mangrove (studi kasus di kota Sorong dan Kabupaten Sorong, Provinsi Papua): Program Pascasarjana Universitas Indonesia .Jakarta

Kurni, S. (2013). Teknik Pembuatan Perahu Tradisional Oleh Masyarakat Kampong Rayori Distrik Kepulauan Aruri Kabupatn Supiori Provinsi Papua. Fakultas Kehutanan. Universitas Negeri Papua. Manokwari.

Kusmana, C. (2009). Pengelolaan Sistem Mangrove Secara Terpadu. Worshop Pengelolaan Ekosistem Mangrove di Jawa Barat. Jawa Barat.

Kustanti, A. 2011. Manajemen Hutan Mangrove.IPB Press. Bogor.

Kusumanti, I. (2009). Tingkat Pemanfaatan Kayu Pada Pembuatan Gading- Gading di Galangan Kapal Rakyat UD. Semangat Untung Desa Tanah Beru, Bulukumba, Sulawesi Selatan. Fakultas Pertanian. Institut Pertanian Bogor. Bogor.

Latifah. H, Molo. H, Apriani. J. (2019). Analisis Kebutuhan Kayu Dalam Pembuatan Perahu Tradisional Bego Kabupaten Sumbawa Analysis Of Wood Demand To Making Bego Traditional Boats Ini Sumbawa District. Journal Of Forestry Research .Vol 2 No 2 Oktober 2019 P-ISSN 2614-2058; E-ISSN 2614-204X. Gorontalo. Hal:88-104

Riansah, N. A. D. (2015). Identifikasi Jenis Kayu Yang Dimanfaatkan Untuk Pembuatan Perahu Tradisional Nelayan Muncar Kabupaten Banyuwangi Dan Pemanfaatannya Sebagai Buku Noteks. Skripsi. Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan Universitas Jember. Jember.

Suzana, Timban J, Kaunang. R, dan Ahmad F. (2011). Valuasi Ekonomi Sumberdaya Hutan Mangrove di Desa Pales Kecamatab Likupang Barat Kabuoaten Minahasa Utara. Jurnal ASE. Vol 7 No 2 : 29-38.

Warsito. (2018). Deskripsi Dan Pemanfaatan Mangrove Di Pantai Arfai Ii Manokwari Papua Barat. Proseding Seminar Nasional Pendidikan Biologi (ISBN : 978-602-61265-2-. Balai Penelitian dan Pengembangan Lingkungan Hidup dan Kehutanann Manokwari. Juni 2018.

Downloads

Published

2023-02-03

How to Cite

Sesa, F. S., Ponisri, P., & Farida, A. (2023). Pemanfaatan Pohon Mangrove sebagai Bahan Baku Perahu Oleh Masyarakat Kampung Usili Distrik Aimas Kabupaten Sorong. Agriva Journal (Journal of Agriculture and Sylva), 1(1), 1–10. https://doi.org/10.33506/agriva.v1i1.2063

Issue

Section

Articles