Penguatan Konsolidasi Organisasi Aisyiyah dalam Membangun Kemandirian Perempuan di Papua Barat Daya

Authors

  • Siti Nurjanah universitas muhammadiyah sorong
  • Titi Darmi Univrsitas Muhammadiyah Bengkulu
  • Ros Rinjani Sesa Univrsitas Muhammadiyah Sorong

DOI:

https://doi.org/10.33506/pjcs.v8i1.5094

Keywords:

: organizational consolidation, women’s empowerment, Aisyiyah, Southwest Papua

Abstract

Abstrak

Program Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan untuk memperkuat konsolidasi organisasi Aisyiyah dalam rangka meningkatkan peran strategis perempuan di Papua Barat Daya. Konsolidasi dilakukan melalui penguatan struktur, peningkatan kapasitas kader, serta penyelarasan program kerja yang sesuai dengan kebutuhan lokal. Langkah ini penting mengingat dinamika sosial budaya Papua Barat Daya yang membutuhkan pendekatan yang adaptif, inklusif, dan berkelanjutan. Kegiatan PKM mencakup pelatihan manajemen organisasi, penguatan kepemimpinan perempuan, serta pendampingan penyusunan program berbasis komunitas. Metode partisipatif digunakan untuk memastikan keterlibatan aktif kader Aisyiyah, sehingga setiap kegiatan dapat menjawab tantangan nyata yang dihadapi perempuan di wilayah tersebut. Selain itu, kegiatan ini memfasilitasi forum komunikasi antar­pimpinan dan anggota untuk memperkuat koordinasi internal. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan kemampuan kader dalam mengelola organisasi, memperluas jejaring, serta merancang program pemberdayaan yang lebih terarah. Konsolidasi yang diperkuat ini diharapkan mampu mendorong kemandirian perempuan melalui kegiatan ekonomi, pendidikan, dan sosial keagamaan yang berkelanjutan. Program PKM ini menjadi langkah awal menuju penguatan peran Aisyiyah sebagai motor pemberdayaan perempuan di Papua Barat Daya.

References

Adawiyah, W. R. (2018). Kepemimpinan perempuan dalam organisasi keagamaan di Indonesia. Jurnal Kepemimpinan dan Manajemen, 7(2), 134–147.

Fitriani, R. (2017). Penguatan organisasi perempuan dalam konteks perubahan sosial. Jurnal Studi Gender, 12(2), 145–158.

Herman, Y., Lado, M., & Maniani, R. (2021). Tantangan organisasi perempuan di Papua dalam penguatan kapasitas kelembagaan. Jurnal Pemberdayaan Masyarakat, 8(1), 33–47.

Ilham, S., & Kurniawan, A. (2021). Konsolidasi organisasi lokal melalui forum komunikasi internal. Jurnal Manajemen Sosial, 6(3), 201–214.

Kusuma, N., & Retnowati, S. (2019). Strategi pemberdayaan perempuan berbasis komunitas. Jurnal Pengembangan Masyarakat, 4(2), 89–102.

Lantu, D. C., Rahadian, D., & Sari, N. (2018). Capacity building dan keberhasilan intervensi sosial komunitas. Jurnal Pengembangan Masyarakat, 5(2), 112–124.

Lestari, D., & Widodo, A. (2020). Pendekatan partisipatif dalam pemberdayaan perempuan di wilayah terpencil. Jurnal Pembangunan Sosial, 15(1), 25–39.

Mulyani, E., & Pratiwi, S. (2021). Model pendampingan berbasis budaya lokal untuk organisasi perempuan. Jurnal Pemberdayaan dan Gender, 9(2), 87–100.

Najib, A., & Karim, F. (2022). Peran teknologi dalam penguatan kapasitas organisasi perempuan di era digital. Jurnal Transformasi Sosial, 4(1), 55–67.

Rahman, H., & Lestari, W. (2020). Kemandirian perempuan dan ketahanan sosial keluarga. Jurnal Kesejahteraan Sosial, 18(1), 73–90.

Suharto, E. (2016). Pemberdayaan masyarakat: Teori dan praktik. Bandung: Remaja Rosdakarya.

Suryani, N. (2018). Efektivitas pelatihan berbasis capacity building pada organisasi perempuan. Jurnal Pendidikan dan Pengembangan SDM, 3(4), 122–131.

Wonda, Y. (2019). Pemberdayaan perempuan Papua berbasis nilai lokal. Jurnal Masyarakat Adat dan Pembangunan, 7(1), 41–53.

Yuliana, L. (2018). Dinamika organisasi perempuan Islam dalam pemberdayaan masyarakat. Jurnal Perempuan dan Sosial, 5(1), 58–70.

Zainuddin, A., & Nisa, K. (2020). Konsolidasi organisasi masyarakat dalam penguatan peran perempuan di wilayah multikultural. Jurnal Harmoni Sosial, 9(3), 177–190.

Published

2026-01-20

Similar Articles

<< < 1 2 3 

You may also start an advanced similarity search for this article.