Persepsi Masyarakat terhadap Pelayanan Publik Berbasis Online di Distrik Waisai Kabupaten Raja Ampat
Keywords:
persepsi masyarakat, pelayanan publik, layanan online, digitalisasi pelayanan.Abstract
Abstrak
Perkembangan teknologi informasi mendorong pemerintah daerah untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik melalui sistem berbasis digital. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi lapangan, dan studi dokumentasi. Informan terdiri dari masyarakat pengguna layanan, aparatur distrik, serta tokoh masyarakat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persepsi masyarakat terhadap pelayanan berbasis online bersifat beragam. Masyarakat yang memiliki literasi digital memadai dan akses jaringan internet yang baik cenderung menilai layanan online sebagai lebih efektif, praktis, dan menghemat waktu. Sebaliknya, masyarakat dengan keterbatasan pengetahuan teknologi, tidak memiliki perangkat memadai, atau tinggal di wilayah dengan jaringan tidak stabil menunjukkan persepsi negatif dan lebih memilih pelayanan manual. Faktor-faktor yang memengaruhi persepsi meliputi literasi digital, pengalaman penggunaan, akses terhadap teknologi, responsivitas aparatur, serta tingkat kepercayaan terhadap keamanan dan keandalan sistem. Hambatan utama yang ditemukan yaitu gangguan jaringan, kurangnya sosialisasi, keterbatasan kemampuan aparatur dalam memberikan pendampingan, serta hambatan kultural dimana masyarakat masih nyaman dengan tatap muka. Penelitian ini menyimpulkan bahwa keberhasilan implementasi pelayanan publik berbasis online sangat dipengaruhi oleh persepsi masyarakat dan kesiapan infrastruktur. Pemerintah perlu meningkatkan sosialisasi, memperkuat kapasitas aparatur, menyediakan fasilitas pendukung, serta memperluas jangkauan jaringan internet agar pelayanan publik berbasis online dapat diterima dan dimanfaatkan secara optimal oleh seluruh masyarakat Distrik Waisai.



