Pengaruh Komposisi Limbah Malam Batik terhadap Kualitas dan Emisi Bio-Kokas dari Biochar Baglog Jamur

Bahasa Inggris

Penulis

  • Hamim Thohari Mahfudhillah MTsN 6 Malang
  • Siti Azzahra Santika MTsN 6 Malang
  • Adeecha Cinta Islamiah MTsN 6 Malang

DOI:

https://doi.org/10.33506/ceej.v3i2.4991

Kata Kunci:

bio-kokas, pirolisis, limbah malam batik, baglog jamur, emisi gas buang

Abstrak

Limbah malam batik dan limbah baglog jamur tiram memiliki potensi tinggi sebagai bahan baku energi alternatif berbasis biomassa. Limbah malam batik mengandung karbon dengan nilai kalor mencapai ±42 MJ/kg, sedangkan limbah baglog jamur memiliki kandungan lignoselulosa tinggi yang berfungsi sebagai perekat alami. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh variasi komposisi limbah malam batik terhadap kualitas dan emisi bio-kokas berbasis limbah baglog jamur hasil pirolisis. Limbah baglog jamur dipirolisis pada suhu 350–400°C selama tiga jam, kemudian dicampur dengan limbah malam batik dalam variasi 10%, 20%, 30%, 40%, dan 50% dengan total massa masing-masing 100 gram. Proses pengepresan dilakukan menggunakan mesin Leybold-Heraeus Compact MDP 10-1 dengan tekanan 2 ton. Karakterisasi bio-kokas meliputi uji proksimat (kadar air, kadar abu, volatile matter, dan fixed carbon), nilai kalor menggunakan Parr-6400 Calorimeter, serta emisi gas buang menggunakan KOENG KEG-500 Automotive Gas Analyzer. Hasil menunjukkan bahwa peningkatan komposisi limbah malam batik meningkatkan nilai kalor dari 20,37 MJ/kg (P10) menjadi 27,31 MJ/kg (P50). Kadar abu menurun dari 30,2% menjadi 24,88%, sedangkan volatile matter meningkat dari 16% menjadi 26,5%. Emisi CO dan HC menurun signifikan, mendekati nol pada campuran ≥20%. Dengan demikian, penambahan limbah malam batik mampu meningkatkan efisiensi energi dan menurunkan emisi polutan, sehingga bio-kokas hasil pirolisis layak dikembangkan sebagai bahan bakar ramah lingkungan pengganti kayu bakar untuk sektor industri kecil.

Referensi

[1] A. P. Siregar et al., “Upaya Pengembangan Industri Batik di Indonesia,” DKB, vol. 37, no. 1, June 2020, doi: 10.22322/dkb.v37i1.5945.

[2] L. Indrayani, “Pengolahan Limbah Cair Industri Batik Sebagai Salah Satu Percontohan Ipal Batik Di Yogyakarta,” EJES, vol. 12, no. 2, p. 173, Nov. 2018, doi: 10.24843/EJES.2018.v12.i02.p07.

[3] I. Oktaviani, “eksplorasi etnomatematika pada aktivitas membatik di rumah produksi batik gajah mada tulungagung.” Accessed: Aug. 18, 2025. [Online]. Available: http://repo.uinsatu.ac.id/15764/

[4] Y. Pal, S. N. Mahottamananda, S. S, S. K. Palateerdham, and A. Ingenito, “Thermal decomposition kinetics and combustion performance of paraffin-based fuel in the presence of CeO2 catalyst,” FirePhysChem, vol. 3, no. 3, pp. 217–226, Sept. 2023, doi: 10.1016/j.fpc.2022.10.005.

[5] A. Harianja, A. Asnah, and Y. Kholil, “Prospek Produksi Jamur Tiram di UMKM Ibu Juwanah Desa Tulungrejo,” 2024. Accessed: Aug. 18, 2025. [Online]. Available: https://rinjani.unitri.ac.id/handle/071061/3854

[6] I. A. Bellapama, K. Hendarto, and R. D. Widyastuti, “Pengaruh pemupukan organik limbah baglog jamur dan pemupukan takaran NPK terhadap pertumbuhan dan produksi pakchoy (Brassica chinensis L.),” Jurnal Agrotek Tropika, vol. 3, no. 3, 2015.

[7] Glalah, “Binder-type effect on the physico-mechanical, combustion and emission properties of Alstonia boonei De Wild. sawdust and Theobroma cacao L. pod biochar briquettes for energy applications | PLOS One.” Accessed: Oct. 27, 2025. [Online]. Available: https://journals.plos.org/plosone/article?id=10.1371%2Fjournal.pone.0306827&utm_source=chatgpt.com

[8] R. N. Yanti, A. T. Ratnaningsih, and H. Ikhsani, “Pembuatan bio-briket dari produk pirolisis biochar cangkang kelapa sawit sebagai sumber energi alternatif,” Jurnal Ilmiah Pertanian, vol. 19, no. 1, pp. 11–18, 2022.

[9] I. Ardiansyah, A. Y. Putra, and Y. Sari, “Analisis Nilai Kalor Berbagai Jenis Briket Biomassa Secara Kalorimeter,” Journal of Research and Education Chemistry, vol. 4, no. 2, pp. 120–120, 2022.

[10] D. Rahmalina, I. C. Miftahudin, and others, “Peningkatan Performa Termal Phase Change Material dengan Komposit Berbasis Parafin/High-Density Polyethylene Melalui Penambahan Carbon Nanotube,” Turbo: Jurnal Program Studi Teknik Mesin, vol. 12, no. 2, 2023.

[11] E. F. Permanadewi And P. Inggriani, “Pengaruh jumlah bahan perekat, suhu, dan waktu operasi pada pembuatan bahan bakar padat dari limbah budidaya jamur (LOG) dengan proses torefaksi,” PhD Thesis, Institut Teknologi Nasional Bandung, 2020.

[12] K. Ridhuan and J. Suranto, “Perbandingan pembakaran pirolisis dan karbonisasi pada biomassa kulit durian terhadap nilai kalori,” Turbo: Jurnal Program Studi Teknik Mesin, vol. 5, no. 1, 2017.

[13] S. J. Wardani, M. Fahrurrozi, and H. Sulistyo, “Pengaruh Kondisi Pirolisis terhadap Penurunan Kandungan Volatile Matter pada Batubara Kualitas Rendah,” Jurnal Sosial Teknologi, vol. 4, no. 8, pp. 537–545, 2024.

[14] C. E. Umeocho, C. O. Ezidi, E. N. Nwosu, C. I. Nwankwo, K. C. Ezejiegu, and T. U. Onuegbu, “Comparative study of the combustion properties of briquettes produced from blends of mung beans shell, uncarbonized and carbonized sawdust,” Chem. Rep., vol. 5, no. 1, pp. 285–290, May 2024, doi: 10.25082/CR.2024.01.003.

[15] R. Napitupulu, R. J. Pratama, and Y. Dharta, “Analisis Pengaruh Konsentrasi Perekat Tepung Tapioka terhadap Pengurangan Kadar Abu pada Briket Tempurung Kelapa,” Jurnal Teknologi, vol. 25, no. 1, pp. 20–24, 2025.

[16] A. Gimba and A. Zubairu, “Comparative Assessment of Combustion Properties of Carbonized and Non-carbonized Briquettes from Sawdust,” CPER, vol. 64, 2022, doi: 10.7176/CPER/64-05.

[17] F. A. Kurniawan and A. A. Syukron, “Karakteristik Briket Bioarang dari Campuran Limbah Baglog Jamur Tiram (Pleurotus Ostreatus) dan Sekam Padi,” Indonesian J Appl Phys, vol. 9, no. 02, p. 76, Dec. 2019, doi: 10.13057/ijap.v9i2.34478.

[18] O. F. Obi, R. Pecenka, and M. J. Clifford, “A Review of Biomass Briquette Binders and Quality Parameters,” Energies, vol. 15, no. 7, p. 2426, Mar. 2022, doi: 10.3390/en15072426.

[19] S. Li, “Reviewing Air Pollutants Generated during the Pyrolysis of Solid Waste for Biofuel and Biochar Production: Toward Cleaner Production Practices,” Sustainability, vol. 16, no. 3, p. 1169, Jan. 2024, doi: 10.3390/su16031169.

[20] D. Maxwell, B. A. Gudka, J. M. Jones, and A. Williams, “Emissions from the combustion of torrefied and raw biomass fuels in a domestic heating stove,” Fuel Processing Technology, vol. 199, p. 106266, Mar. 2020, doi: 10.1016/j.fuproc.2019.106266.

Unduhan

Diterbitkan

2026-04-30

Cara Mengutip

Mahfudhillah, H. T., Santika, S. A., & Islamiah, A. C. (2026). Pengaruh Komposisi Limbah Malam Batik terhadap Kualitas dan Emisi Bio-Kokas dari Biochar Baglog Jamur : Bahasa Inggris. Casuarina: Jurnal Teknik Lingkungan, 3(2), 136–145. https://doi.org/10.33506/ceej.v3i2.4991

Terbitan

Bagian

Articles

Artikel Serupa

1 2 > >> 

Anda juga bisa Mulai pencarian similarity tingkat lanjut untuk artikel ini.