Pola Pengembangan Potensi Daerah Dalam Upaya Peningkatan Produk Domestik Regional Bruto Provinsi Gorontalo

Kalzum R Jumiyanti(1), Barmin R Yusuf(2),
(1) Universitas Gorontalo
(2) Universitas Gorontalo

Corresponding Author


DOI : https://doi.org/10.33506/sl.v9i1.569

Full Text:    Language : id
Submitted : 2019-09-12
Published : 2020-01-27

Abstract


The objectives of this paper are to analyze economic growth through the GRDP (Gross Regional Domestic Product) figure which leaves a problem of regional disparity between districts/cities in Gorontalo Province and aims to identify potential sectors in districts/cities in Gorontalo. The analytical method used is location quotient, Klassen typology, Williamson analysis, and Gini ratio. The findings in this paper are where Gorontalo City is the center of economic activity, so it can be said that of the 17 (seventeen) Gorontalo provincial national income sectors, 15 (fifteen) of them are based sectors, 2 sectors are agriculture, forestry and the fisheries and mining and quarrying sector are not the basic sectors in Gorontalo City. Gorontalo City has 15 (fifteen) basic sectors, 3 (three) sectors that have the highest value for the base sector including the water supply sector, the sector of providing food and drinking accommodation, and the real estate sector. Another case with other districts that are hinterland areas for developed regions. High inequality in developed regions (Gorontalo City) and hinterland areas such as Gorontalo Regency, Bone Bolango Regency, North Gorontalo Regency, Boalemo Regency, and Pohuwato Regency are caused by backwash effects so that financially cannot focus on funding investment in its superior sectors. Leading sectors in Gorontalo Regency have 9 (nine) leading economic sectors, Bone Bolango Regency has 11 (eleven) leading economic sectors, North Gorontalo Regency has 6 (six) leading economic sectors, Boalemo Regency has 1 (one) leading economic sector and Regency Pohuwato has 6 (six) leading economic sectors.


Keywords


Base Sector; Location Quotient; Williamson Analysis; Typology Klassen;

References


Arsyad, L. (1999). Ekonomi Pembangunan (Edisi Ke-4). Yogyakarta: STIE YKPN.

Aswandi, H., & Kuncoro, M. (2002). Evaluasi Penetapan Kawasan Andalan : Studi Empiris di Kalimantas Selatan 1993-1999. Jurnal Ekonomi Dan Bisnis Indonesia, 17(1), 27–45.

Badan Pusat Statistik Provinsi Gorontalo. (2016a). Produk Domestik Regional Bruto Menurut Pengeluaran Provinsi Gorontalo 2012-2016 (2012th–2016th ed.). Provinsi Gorontalo: Badan Pusat Statistik Provinsi Gorontalo.

Badan Pusat Statistik Provinsi Gorontalo. (2016b). Provinsi Gorontalo dalam Angka 2016. In Badan Pusat Statistik. Retrieved from https://gorontalo.bps.go.id

Badan Pusat Statistik Provinsi Gorontalo. (2017). Produk Domestik Regional Bruto Menurut Pengeluaran Provinsi Gorontalo 2013-2017 (2013th–2017th ed.). Gorontalo.

Badan Pusat Statistik Provinsi Gorontalo. (2018a). Produk Domestik Regional Bruto Provinsi Gorontalo Menurut Lapangan Usaha 2013-2017 (Badan Pusat Statistik Provinsi Gorontalo, Ed.). Gorontalo: Badan Pusat Statistik Provinsi Gorontalo.

Badan Pusat Statistik Provinsi Gorontalo. (2018b). Provinsi Gorontalo dalam angka 2018 (2018th ed.). Gorontalo: Badan Pusat Statistik Provinsi Gorontalo.

Bao, S., Hsin, G., & Sachs, J. D. (2002). Geographic factors and China ’ s regional development under market reforms , 1978 – 1998. China Economic Review, 13, 89–111. https://doi.org/1043-951X/02/S

Baransano, M. A., Putri, E. I. K., Achsani, N. A., & Kolopaking, L. (2016). Peranan Sektor Unggulan sebagai Salah Satu Faktor dalam Mengurangi Ketimpangan Pembangunan Wilayah di Provinsi Papua Barat. Jurnal Perencanaan Wilayah Dan Kota, 27(2), 119. https://doi.org/10.5614/jrcp.2016.27.2.4

Brueckner, M., & Lederman, D. (2018). Inequality and economic growth: the role of initial income. Journal of Economic Growth, 23(3), 341–366. https://doi.org/10.1007/s10887-018-9156-4

Darzal. (2016). Analisis Disparitas Pendapatan dan Faktor-Faktor yang Mempengaruhinya di Provinsi Jambi. Jurnal Perspektif Pembiayaan Dan Pembangunan Daerah, 4(2), 131–142.

Dengah, S., Rumate, V., & Niode, A. (2014). ANALISIS PENGARUH PENDAPATAN PERKAPITA DAN JUMLAH PENDUDUK TERHADAP PERMINTAAN PERUMAHAN KOTA MANADO TAHUN 2003-2012. Jurnal Berkala Ilmiah Efisiensi, 14(3), 71–81. Retrieved from https://ejournal.unsrat.ac.id/index.php/jbie/article/view/5463/4970

Doni Mahardiki, R. P. S. (2013). ANALISIS PERUBAHAN KETIMPANGAN PENDAPATAN DAN PERTUMBUHAN EKONOMI ANTAR PROPINSI DI INDONESIA 2006-2011. JEJAK - Journal of Economics and Policy, 6(2), 103–2. https://doi.org/10.15294

Emilia. (2006). Model Ekonomi Regional. Jambi: FE-UNJA.

Irawan, & Suparmoko, M. (2012). Ekonomika Pembangunan. Yogyakarta: BPFE.

Islami, F. S. (2018). Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Ketimpangan Wilayah di Provinsi Jawa Timur, Indonesia. Media Ekonomi Dan Manajemen, 33(1), 29–39. Retrieved from https://www.researchgate.net/publication/322755729_Faktor-Faktor_Mempengaruhi_Ketimpangan_Wilayah_di_Provinsi_Jawa_Timur_Indonesia

Jhingan, M. L. (2014). Ekonomi Pembangunan Dan Perencanaan (Edisi 1, C; S. H. D. Guritno, Ed.). PT. Rajagrafindo Persada.

Junaidi. (2010). Mengenal Tipologi Klassen (Seri 1. Analisis Ekonomi Daerah). Retrieved from WordPress.com website: https://junaidichaniago.wordpress.com/2010/02/14/mengenal-tipologi-klassen-seri-1-analisis-ekonomi-daerah/

Murty, S. (2000). Regional Disparities: Need and measures for Balanced Development.

Priyambodo, K. D., Luthfi, A., & Santoso, E. (2015). Analisis Disparitas Pendapatan Kabupaten dan Kota Di Provinsi Jawa Timur. E-Journal Ekonomi Bisnis Dan Akuntansi, 2(1), 28–36.

Putri Suryani Sebayang. (2015). Analisis Pertumbuhan Ekonomi Dan Ketimpangan Antar Provinsi Sumatera Tahun 2011 - 2015. Medan.

Rizal, A. (2013). Disparitas Pembangunan Wilayah Pesisir (Studi Kasus Kabupaten Tasikmalaya). Jurnal Akuatika, 4(2), 115–130. Retrieved from http://jurnal.unpad.ac.id/akuatika/article/view/3144/2405

Simbolon, T. R. (n.d.). Analisa Keterkaitan Ketimpangan Pembangunan Antar Daerah Terhadap Pertumbuhan Ekonomi di Wilayah Sumatera. Retrieved from https://osf.io/xzmr9/download/?format=pdf%0A%0A

Sudirman, S., & Alhudhori, M. (2018). Pengaruh Konsumsi Rumah Tangga, Investasi Terhadap Pertumbuhan Ekonomi Di Provinsi Jambi. EKONOMIS : Journal of Economics and Business, 2(1), 81. https://doi.org/10.33087/ekonomis.v2i1.33

Suparno, D. S. (2016). Kajian Gini Ratio Kota Kupang. Ekonomi Dan Bisnis, 1(1), 1–10.

Syafrizal. (2008). Ekonomi Regional Teori dan Aplikasi. Padang: Baduose Media.

Tarigan, R. (2005). Perencanaan Pembangunan Wilayah. Jakarta: PT. Bumi Aksara.

Todaro, Michael, P., & Smith, Stephen, C. (2006). Pembangunan Ekonomi. Jakarta: Erlangga.

Tulus, T. H. T. (2003). Perekonomian Indonesia Beberapa Masalah Penting. Jakarta: Ghalia Indonesia.

Wicaksono, C. P. (2010). Analisis Disparitas Pendapatan Antar Ekonomi Di Provinsi Jawa TengahTAHUN 2003-2007. Jawa Tengah.

Williamson. (2005). Ekonomi Publik Untuk Keuangan dan Pembangunan Daerah (Pertama). Yogyakarta: ANDI.

Zhang, X., & Zhang, K. H. (2010). How does globalization affect regional inequality within a developing country? Evidence from China. Journal of Development Studies ISSN:, 0388, 121–139. https://doi.org/10.1080/713869425


Article Metrics

 Abstract Views : 12 times
 PDF Downloaded : 4 times

Refbacks

  • There are currently no refbacks.