Pertanian dalam Arena Politik: Relasi Kebijakan Publik, Kekuasaan, dan Nasib Petani

Authors

  • Ismail Munadi Sangadji Univrsitas Muhammadiyah Sorong
  • Ahmad Faqih Mursid Univrsitas Muhammadiyah Sorong

Abstract

Abstrak

Sektor pertanian tidak hanya berperan sebagai penopang ketahanan pangan dan sumber penghidupan masyarakat pedesaan, tetapi juga menjadi arena strategis dalam dinamika politik dan kebijakan publik. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis relasi antara kebijakan publik, kekuasaan politik, dan nasib petani dalam perspektif ekonomi politik. Melalui pendekatan kualitatif-deskriptif berbasis studi literatur dan analisis kebijakan, penelitian ini mengkaji bagaimana proses perumusan dan implementasi kebijakan pertanian dipengaruhi oleh kepentingan aktor politik, kelompok kepentingan, serta struktur kekuasaan di tingkat nasional dan lokal. Hasil kajian menunjukkan bahwa kebijakan pertanian sering kali tidak bersifat netral, melainkan mencerminkan kompromi politik yang dalam beberapa kasus lebih menguntungkan aktor elite dan pelaku agribisnis dibandingkan petani kecil. Politisasi subsidi, distribusi input produksi, serta program bantuan pertanian berpotensi memperkuat ketimpangan akses terhadap sumber daya dan melemahkan posisi tawar petani. Artikel ini menegaskan bahwa keberhasilan kebijakan pertanian tidak hanya ditentukan oleh aspek teknis dan ekonomi, tetapi juga oleh konfigurasi kekuasaan dan proses politik yang melatarbelakanginya. Oleh karena itu, diperlukan perumusan kebijakan pertanian yang lebih inklusif, transparan, dan berpihak pada petani kecil guna mewujudkan pembangunan pertanian yang adil dan berkelanjutan.

Downloads

Published

2026-02-01

How to Cite

Sangadji, I. M., & Mursid, A. F. (2026). Pertanian dalam Arena Politik: Relasi Kebijakan Publik, Kekuasaan, dan Nasib Petani. Jurnal GRADUAL : Governance Administration and Public Service, 13(1), 1–6. Retrieved from https://ejournal.um-sorong.ac.id/index.php/gl/article/view/5398