IMPLEMENTASI MODEL TRIPLE HELIX DALAM UPAYA MENINGKATKAN DAYA SAING EKONOMI BERBASIS INOVASI
Abstract
Model Triple Helix telah menjadi kerangka strategis dalam upaya meningkatkan daya saing ekonomi berbasis inovasi melalui sinergi antara universitas, industri, dan pemerintah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis implementasi model Triple Helix di Indonesia serta dampaknya terhadap peningkatan daya saing ekonomi berbasis inovasi. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi literatur. Melalui pendekatan ini, peneliti dapat memperoleh wawasan yang lebih mendalam tentang dinamika kolaborasi antara ketiga aktor utama dengan menganalisis data, fakta, dan temuan dari berbagai sumber, baik jurnal ilmiah, dokumen kebijakan, maupun hasil penelitian terdahulu. Implementasi model Triple Helix di Indonesia menunjukkan dampak positif terhadap pengembangan ekonomi lokal, inkubasi bisnis rintisan (startup), serta inovasi sektor industri strategis. Kasus-kasus seperti Desa Kampung Coklat di Blitar, program inkubasi bisnis di PUSPITEK-BRIN, serta inovasi Katalis Merah Putih membuktikan bahwa kolaborasi lintas sektor dapat memperluas dampak inovasi daerah hingga ke pasar internasional. Namun demikian, tantangan masih ditemukan seperti sindrom ketergantungan pada UMKM, lemahnya koordinasi, perbedaan cara pandang antar aktor, serta ketimpangan kapasitas inovasi antar daerah. Pemerintah telah melakukan berbagai upaya seperti penguatan lembaga intermediasi dan perumusan regulasi ekosistem inovasi, dan sangat penting bagi seluruh pemangku kepentingan untuk mendukung kebijakan ini secara aktif dan berkelanjutan untuk perbaikan yang berkesinambungan.



