Hubungan Populasi Makroalga (Padina sp) dengan Bulu Babi (Tripneustes gratilla) di Perairan Pantai Desa Titawaai Kabupaten Maluku Tengah

Authors

  • Sanita Suriani Jurusan Biologi Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Pattimura Ambon
  • Batseba Maria Latumahina Jurusan Biologi Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Pattimura Ambon
  • Reinier B Hitalessy Fakultas Perikanan Universitas Muhammadiyah Sorong
  • La Eddy La Eddy Jurusan Biologi Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Pattimura Ambon

Keywords:

Makroalga, Padina sp, Tripneustes gratilla

Abstract

Penelitian dilakukan pada perairan pantai Desa Titawaai Kabupaten Maluku Tengah. bertujuan untuk melihat hubunganantara kepadatan makroalga (Padina sp), dengan kepadatan bulu babi (Tripneustes gratilla). Hasil penelitian menunjukan bahwa kepadatan makroalga (Padina sp) tertinggi adalah 12,37 ind/m2 dan kepadatan tertinggi bulu babi (Tripneustes gratila) adalah 2,62 ind/m2. Hasil penelitiam juga menunjukan ada konektifitas ekologi antara kepadatan Padina sp dengan kepadatan bulu babi (Tripneustes gratilla) di perairan pantai Desa Titawaai Kabupaten Maluku Tengah dengan nilai korelasi adalah 0.73

References

Aslan L. 2010. Bulu Babi Manfaat dan Pembudidayaan Edisi Revisi. Unhalu Press: Kendari

Aziz A. 1993. Aktifitas Bulu Babi Jenis Tripneustes Gratilla Pada Padang Lamun Di Pantai Lombok Selatan. Junal Oseana, Volume XIX, Nomor 2:23-32. ISSN 0216-1877. LIPI. Jakarta.

Dahuri R, Rais, Jacub. (2008). Toponimi Indonesia. Jakarta : Pradnya Paramita.

Ghazali M, Mardiana, Menip, Bangun. 2018. Jenis-Jenis Makroalga Epifit Pada Budidaya (Kappaphycus alvarezii) di Perairan Teluk Gerupuk Lombok Tengah. Jurnal Biologi Tropis. 18 (2): 208 - 215

Krebs C,G. 1978. Ecology of Experimental:Analysis of Distribution and Abundance. Second Edition. Harper and Row. New York

Kusumaningtyas, M.A., Bramawanto, R., Daulat, A., dan Pranowo, W.S. 2014. Kualitas perairan Natuna pada musim transisi. Jurnal Depik. 3 (1): 10-20.

Nontji A. 2005. Laut Nusntara. Jakarta: Penerbit Djambatan.

Nystrom, M.,C. Folke., F. Moberg. 2000. Coral Reef Disturbance and Resilience in A Human-Dominated Environment. Trends in Ecology and Evolution.

Mentri Negara Lingkungan Hidup. 2004. Keputusan Nomor 51. Baku Mutu Lingkungan Hidup

Purwandatama R.W, A’in C, Auryanti. 2014. Kelimpahan Bulu Babi (Sea urchin) pada Karang Massive dan Branching di Daerah Rataan dan Tubir di Legon Boyo Pulau Karimunjawa Taman Nasional Karimunjawa. Jurnal of Maquares. 3 (1): 7-26

Radjab A.W. 2004. Sebaran dan kepadatan bulu babi di perairan Kepulauan Padaidi, Biak Irian jaya.

Yulianto A.R. 2010. Pemanfaatan Bulu Babi Secara Berkelanjutan Pada kawasan Padang Lamun. Tesies. Program Pascasarjana Biologi. Universitas Indonesia. Jakarta

Zainuddin. 2011. Studi Keanekaragaman Makroalga di Pantai Jumiang Kabupaten Pamakesan. Malang: Jurusan Biologi, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim.

Downloads

Published

2020-03-01

How to Cite

Suriani, S., Latumahina, B. M., Hitalessy, R. B., & La Eddy, L. E. (2020). Hubungan Populasi Makroalga (Padina sp) dengan Bulu Babi (Tripneustes gratilla) di Perairan Pantai Desa Titawaai Kabupaten Maluku Tengah. Jurnal Riset Perikanan Dan Kelautan, 2(1), 165–175. Retrieved from http://ejournal.um-sorong.ac.id/index.php/jrpk/article/view/866