The PDF file you selected should load here if your Web browser has a PDF reader plug-in installed (for example, a recent version of Adobe Acrobat Reader).

If you would like more information about how to print, save, and work with PDFs, Highwire Press provides a helpful Frequently Asked Questions about PDFs.

Alternatively, you can download the PDF file directly to your computer, from where it can be opened using a PDF reader. To download the PDF, click the Download link above.

Fullscreen Fullscreen Off

Abstract


Penelitian ini didasari keinginan untuk mengetahui dan mendeskripsikan secara mendalam mengenai perilaku seks pranikah pada generasi muda khususnya mahasiswa yang ada di Distrik Malaimsimsa Kota Sorong. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah dengan cara purposive sampling yaitu pemilihan siapa subjek yang ada dalam posisi terbaik untuk memberikan informasi yang dibutuhkan. Sumber data diperoleh melalui penyebaran angket kepada mahasiswa dan wawancara mendalam bersama tokoh agama serta tokoh masyarakat yang ada di Distrik Malaimsimsa Kota Sorong. Perilaku seks pranikah saat ini sudah menjadi fenomena pada generasi muda khususnya mahasiswa yang ada di Distrik Malaimsimsa Kota Sorong. Adapun motivasi mahasiswa melakukan perilaku seks pranikah diantaranya adalah atas dasar rasa cinta, hubungan yang dijalani sudah lama serta adanya unsur takut kehilangan. Selain motivasi, seks pranikah juga dipengaruhi oleh beberapa faktor, diantaranya faktor interaksi dengan teman dan pemilik rumah sewa (kost), lingkungan dan media, serta kurangnya control dan kunjungan orang tua, sehingga mahasiswa dapat melakukan segala sesuatunya dengan bebas termasuk perilaku  pranikah. Maraknya seks pranikah yang dilakukan oleh generasi muda tersebut juga menimbulkan dampak tersendiri bagi pelakunya. Adapun dampak dari perilaku seks tersebut diantaranya adalah kehamilan di luar pernikahan, Terinfeksi penyakit seksual, membuat seseorang menjadi seksual person, yaitu ada saatnya ia merasakan ingin melakukannya kembali, pengguguran janin/aborsi, serta Perasaan takut ditinggal pasangan karena mereka merasakan ikatan yang sulit untuk dilupakan dan dilepas dengan pasangan yang sudah mengambil virginitasnya. Dalam hal ini selain orang tua dan lingkungan, pemerintah juga dituntut agar lebih serius dalam menyikapi kasus tersebut. Misalnya, dengan cara seringnya melakukan sosialisai seperti sosialisasi tentang program Penyiapan Kehidupan Berkeluarga Bagi Remaja (PKBR), program ini tidak lain sebagai antisipasi meningkatnya perilaku seks bebas  di kalangan generasi muda saat ini.